Siapkan Masa Depan, Mulai Investasi Saham dari Sekarang

Investasi sangat penting dilakukan sedari muda, karena masa muda adalah masa paling produktif. Selain investasi tanah, investasi pendidikan, dan investasi emas, saat ini investasi saham menjadi tren yang banyak dilirik para millennial.

Investasi dapat diartikan sebagai kegiatan penanaman dana atau modal pada suatu wujud yang terlihat secara fisik maupun tidak, dengan maksud mendanai keperluan dan mendukung jalannya ekonomi sehingga memberikan keuntungan bagi para pemegang modal.

Dikutip dari situs web Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX), definisi saham adalah sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham bisa menjadi salah satu solusi finansial yang menjanjikan dalam jangka panjang, terutama untuk kaum millennial. Modal yang dibutuhkan untuk investasi saham juga tidak perlu dalam jumlah yang besar, cukup dimulai dari Rp100.000 saja sehingga tetap bisa menjalankan gaya hidup masa kini sembari berinvestasi.

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan memiliki saham yaitu mendapatkan pembagian keuntungan yang diberikan dari perusahaan atau biasa disebut dengan dividen dan keuntungan dari kenaikan harga atau capital gain. Dividen berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan dan diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Sedangkan capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sebagai contoh capital gain, mari kita melihat kinerja saham salah satu anak perusahaan IPC yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk/IPC Marine yang memiliki kode saham IPCM. Pada pertengahan bulan Maret 2020 saat saham-saham di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan di awal masa pandemi, harga saham IPCM tercatat sebesar Rp91. Kurang dari sembilan bulan kemudian, tepatnya pada 8 Desember 2020, harga saham IPCM terkoreksi meningkat mencapai Rp324. Bila membeli saham IPCM di harga Rp91, pada 8 Desember 2020 investor telah mendapatkan capital gain sebesar Rp233 per saham atau melonjak drastis sebesar 256%.

Untuk dividen, kembali kita lihat IPCM sebagai contoh. IPCM yang telah berhasil memperoleh laba pada tahun 2019, membagi hasil keuntungannya tersebut kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen sebesar Rp12,8 per saham (Rp3 dividen interim dan Rp9,8 dividen final).

Sebagai instrumen investasi, saham adalah dua sisi mata uang. Dibalik potensi keuntungan yang bisa didapatkan, saham memiliki risiko antara lain capital loss. Ini adalah kerugian yang disebabkan oleh turunnya harga saham. Selain itu terdapat juga risiko likuidasi atau kerugian yang berpotensi terjadi jika perusahaan penerbit saham dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan atau dibubarkan.

Dengan segala kelebihan dan risikonya, berinvestasi pada instrumen saham dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang bila dilakukan secara seksama. Ayo mulai berinvestasi dan mempersiapkan diri kita untuk masa depan yang mandiri secara finansial. (IPC)