Jangan Kendor, Patuhi Protokol! IPC Peduli Bagikan Ribuan Paket New Normal Kit

Tak terasa sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda dan menginfeksi jutaan masyarakat di Indonesia. Prediksi berakhirnya pandemi COVID-19 masih menyisakan tanda tanya. World Health Organization (WHO) pun belum dapat memastikan kapan pandemi ini berakhir, dan nyatanya masih menjadi pekerjaan rumah semua pihak yang tak kunjung ada habisnya.

Pandemi Covid-19 telah menyumbang dampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia tak tertinggal masyarakat Indonesia pun ikut merasakannya. Berbagai dampak yang telah ditimbulkan selama setahun lebih pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia diantaranya tingginya angka kematian, meningkatnya angka pengangguran, resesi ekonomi, revolusi pendidikan dan bahkan krisis kesehatan mental.

Dunia usaha mengalami tantangan yang amat menyulitkan. Sekitar setengah dari 3,3 miliar pekerja di dunia menghadapi risiko kehilangan pekerjaan dalam berbagai tingkatan. Sektor ekonomi informal juga terpukul hebat. Jutaan petani dan pekerja migran pun tengah menghadapi situasi ekonomi yang amat berat.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang miskin di Indonesia bertambah pada tahun 2020 lalu. Persentase penduduk miskin naik menjadi 9,78 persen, atau naik 0,37 persen dari Maret 2019. Kemudian pada September 2020, jumlah orang miskin bertambah 0,97 persen atau 2,76 juta orang secara tahunan. Total orang yang tergolong miskin menjadi 10,79 persen dari jumlah penduduk atau 27,55 juta orang.

Sementara itu, secara wilayah, persentase penduduk miskin perdesaan per September 2020 naik menjadi 13,20 persen dari 12,6 persen pada September 2019. Sedangkan, persentase penduduk miskin perkotaan naik menjadi 7,88 persen dibandingkan September 2019 yang hanya sebesar 6,56 persen. Hal ini terjadi karena adanya penurunan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah, terutama di perkotaan.

Angin Segar itu, Vaksinasi Namanya.

Program vaksinasi di Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari 2021. Program ini diyakini sebagai salah satu harapan global dalam mengendalikan pandemi COVID-19. Bukan tanpa alasan dan dasar ilmiah sehingga memposisikan vaksinasi sebagai alternatif pengendalian COVID-19. Kehadiran vaksin dengan berbagai merek dan tingkat efikasinya adalah upaya perlindungan dari ancaman pandemi COVID-19 demi tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity). Beberapa Jenis vaksin yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya Pfizer, Sinovac, Moderna, Oxford/AstraZeneca, Novavax, Sinopharm dan satu lagi vaksin Merah Putih yang masih dalam tahap uji klinis.

Keberhasilan 100 % vaksin dalam mengendalikan Covid-19 tidak secara otomatis, mengingat tingkat efikasi dari masing-masing jenis vaksin belum ada yang mencapai angka tersebut. Pencapaian kekebalan komunitas melalui program vaksinasi masih harus disertai penerapan protokol kesehatan sesuai imbauan WHO dan pemerintah yaitu menjaga jarak aman, membiasakan cuci tangan, dan memakai masker.

Jangan kendor terapkan protokol

Saat pandemi Covid-19 dimulai, hal paling penting yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk mengurangi penularan adalah disiplin protokol kesehatan yakni 3M berupa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Namun setelah program vaksinasi Covid-19 dimulai, tak sedikit masyarakat yang mulai abai protokol kesehatan. Padahal, hal itu sangat berbahaya dan mengkhawatirkan. Seharusnya, masyarakat tetap berdisiplin, bahkan dalam kegiatan rutin seharian.

New Normal Kit, Bentuk IPC Peduli Covid-19

Sebagai salah satu upaya perusahaan untuk mendukung Pemerintah dalam mengurangi penyebaran Covid-19, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC melaksanakan program IPC Peduli Covid-19 dengan mendistribusikan New Normal Kit yang terdiri dari satu set perlengkapan personal hygiene kepada supir truk, petugas kebersihan, dan tenaga kerja bongkar muat, serta stakeholder Pelabuhan lainnya di wilayah kerja dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan.

Program IPC Peduli Covid-19 pendistribusian New Normal Kit ini merupakan salah satu Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan tahun 2021 yang sejalan dengan prioritas nasional yakni Sustainable Development Goals (SDGs) prioritas ke 3 (tiga) yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.

Program ini telah dilaksanakan di 12 (dua belas) Cabang PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada bulan Maret 2021 dengan memberikan ribuan paket new normal kit yang terdiri dari satu set perlengkapan personal hygiene berupa Masker (berlogo IPC & IPC Peduli), hand sanitizer dan perlengkapan minum/makan pribadi.

“Pemberian new normal kit ini merupakan salah satu bentuk konsistensi IPC dalam mendukung Pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Program pemberian new normal kit ini bernilai total Rp562 juta diharapkan dapat menjangkau masyarakat dan stakeholder yang berada di sekitar Pelabuhan. Kami akan terus menjaga semangat ini hingga pandemi benar-benar berakhir” tutup Direktur Utama IPC Arif Suhartono.

#Covid19 #IPCPeduli